Karyawan Tampan
Selasa, 05 Desember 2017
Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas-in Aja
Istilah kerja cerdas beberapa kali dipopulerkan. Alih-alih bekerja keras, bekerja dengan cerdas merupakan langkah yang optimal untuk diambil. Apalagi bagi pekerja pabrik yang memang harus bekerja keras lewat tenaga seperti saya.
Kerja keras memang bagus. Tetapi kerja cerdas jauh lebih bagus. Hal ini lebih bernilai di mata atasan ketimbang harus bekerja keras tanpa strategi.
Dengan bekerja cerdas, kita tidak akan mudah letih karena bekerja terus-terusan. Kita bisa mengakali sistem dengan legal ataupun membuat bagaimana supaya mesin yang kita pegang bisa berjalan dengan optimal.
Sudah bekerja dengan cerdas tetapi belum ikhlas tentu akan cape sendiri. Cape hati lebih berat ketimbang cape fisik. Cape hati bisa menjalar kemana-mana. Pikiran, tenaga, dan lambung juga kadang bisa kena.
Dulu saya sering cape hati karena sebagian rekan kerja tidak bisa diajak bekerja sama. Maunya kerjanya segimana dia aja. Makan asal pergi, baru kembali 1 jam lebih. Pekerjaan pun jadi telat dan terbengkalai.
Kejadian itu bikin saya cape harus gimana menghadapi rekan kerja yang seperti ini. Diomongin udah. Dicontohkan sama perbuatan udah. Masih tetap tidak bisa mengerti. Sudah dewasa, tapi masih tidak ngeh dengan kerjaannya. Gimana tidak kesal?
Kadang kalau sudah begini saya lebih memilih untuk masa bodo saja. Ketika ada pekerjaan yang harus saya kerjakan, saya langsung kerjakan tanpa peduli ini berat atau tidak. Kasarnya mencoba untuk ikhlas.
Ketika hati sudah ikhlas, pekerjaan seberat apapun akan terasa jadi lebih ringan. Dan itu benar adanya.
Pekerjaan yang harus dikerjakan adalah mengganti spare part semua mesin. Yah daripada harus menggerutu, pekerjaan tidak selesai, lebih baik saya kerjakan saja. Lepas tanpa beban.
Tapi kalau memang sudah keterlaluan, tidak ada salahnya buat bicara di depannya. Kalau masih merekedeweng, tinggalin aja. Orang seperti itu hanya jadi pengganggu mood di tempat kerja. Baiknya abaikan saja orang seperti ini. Ngobrol seperlunya saja. Selebihnya tinggalin.
Harus tega. Karena kalau kita mengerjakan tugas orang lain terus dan gaji sama, lama-kelamaan pekerjaan yang sudah kita lakukan dengan cerdas dan ikhlas ini akan terganggu oleh ulahnya. Fokus sama hal positif saja agar kinerja kita di mata bos itu bagus.
Ikhlas atau tidaknya tergantung kita menyikapinya. Ada yang memang berhasil mengatasi masalahnya dengan cara lain, atau memang kita harus ikhlas saja sampai orang itu atau kita yang keluar.
Kamu punya cara lain yang lebih baik? Komen di bawah yaa.
Image: Pexels
Langganan:
Komentar (Atom)
Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas-in Aja
Istilah kerja cerdas beberapa kali dipopulerkan. Alih-alih bekerja keras, bekerja dengan cerdas merupakan langkah yang optimal untuk diam...
-
Istilah kerja cerdas beberapa kali dipopulerkan. Alih-alih bekerja keras, bekerja dengan cerdas merupakan langkah yang optimal untuk diam...